Perbedaan Tingkat Stres Saat Menghadapi Ujian Sidang Proposal Antara Laki-Laki Dan Perempuan Pada Mahasiswa

Authors

  • Fahma Akbariska Program Studi S1 Keperawatan Kampus Sumedang, Universitas Pendidikan Indonesia
  • Akhmad Faozi Program Studi S1 Keperawatan Kampus Sumedang, Universitas Pendidikan Indonesia
  • Sri Wulan Lindasari Program Studi S1 Keperawatan Kampus Sumedang, Universitas Pendidikan Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54883/jikmw.v5i2.1375

Keywords:

Jenis kelamin, mahasiswa, PSS-10, sidang proposal, tingkat stres

Abstract

Stres akademik umum dialami mahasiswa tingkat akhir, terutama saat mempersiapkan ujian sidang proposal yang menuntut kesiapan akademik dan mental. Perbedaan kemampuan regulasi emosi antara laki-laki dan perempuan diduga mempengaruhi variasi tingkat stres. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan tingkat stres berdasarkan jenis kelamin pada mahasiswa yang menghadapi sidang proposal di Universitas X. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif cross-sectional dengan sampel 240 mahasiswa yang dipilih melalui stratifikasi proporsional. Data dikumpulkan secara daring menggunakan kuesioner PSS-10 versi Indonesia (Cronbach’s Alpha 0.81) dan dianalisis dengan uji t-test atau Mann-Whitney U. Penelitian menguji hipotesis bahwa tidak terdapat perbedaan tingkat stres antara mahasiswa laki-laki dan perempuan saat menghadapi ujian sidang proposal. Hasil menunjukkan mayoritas responden mengalami stres sedang (71%), disusul stres ringan (16%) dan stres berat (13%). Analisis statistik menegaskan tidak ada perbedaan signifikan berdasarkan jenis kelamin (p=0.541). Temuan ini menunjukkan bahwa dalam situasi tekanan tinggi seperti sidang proposal, faktor situasional, penilaian kognitif, dan strategi koping individu lebih menentukan daripada perbedaan gender, sehingga program manajemen stres perlu disusun secara komprehensif dan inklusif bagi seluruh mahasiswa.

Downloads

Published

2025-12-31