Pengaruh Senam Lansia Terhadap Hot flashes Pada Wanita Menopause

Authors

  • Gusti Ayu Made Wid Karuniadevi Program Studi Kebidanan, STIKES Bina Usada Bali
  • Ni Putu Yunita Sri Lestari Program Studi Kebidanan, STIKES Bina Usada Bali
  • Luh Putu Widiastini Program Studi Kebidanan, STIKES Bina Usada Bali
  • I Made Dwie Pradnya Susila Program Studi Keperawatan, STIKES Bina Usada Bali

DOI:

https://doi.org/10.54883/jikmw.v5i2.1126

Keywords:

hot flashes, menopause, senam lansia

Abstract

Menopause adalah berakhirnya siklus menstruasi secara alami, biasanya terjadi saat wanita memasuki usia 40-58 tahun  yang menimbulkan gejala fisik salah satunya adalah hot flashes. Kondisi menopause disertai hot flashes bisa menimbulkan ketidaknyamanan dan bila tidak ditangani segera maka akan berdampak buruk bagi kesehatan yaitu dapat meningkatkan resiko penyakit jantung, osteoporosis, demensia, dan stroke. Upaya yang dilakukan untuk penanganan hot flashes secara non farmakologi yaitu senam lansia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam lansia terhadap hot flashes pada wanita menopause di Banjar Celuk, Desa Adat Kapal. Metode penelitian ini menggunakan metode pra eksperimental dengan desain one group pretest. Teknik pengambilan sampling yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah sampel adalah 35 responden. Intervensi senam lansia diberikan 2 kali seminggu selama 3 minggu dengan durasi 30 menit. Uji analisis data menggunakan uji Wilcoxon untuk membandingkan hasil sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Hasil penelitian didapatkan p-value = 0,001 < α 0,05 yang artinya ada pengaruh senam lansia terhadap hot flashes pada wanita menopause di Banjar Celuk, Desa Adat Kapal. Pentingnya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai senam lansia yang mudah diterapkan di rumah untuk membantu mengatasi hot flashes tanpa ketergantungan pada obat-obatan sehingga dapat memiliki pilihan yang lebih alami dan terjangkau untuk mengatasi hot flashes

Downloads

Published

2025-12-30