Faktor Kesehatan Lingkungan terhadap Kejadian Stunting pada Balita

Authors

  • Aldi Aldi Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya
  • La Ode Ali Hanafi Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya
  • Hartian Dode Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya

DOI:

https://doi.org/10.54883/jhmw.v4i3.917

Keywords:

Stunting, sumber air minum, kepemilikan jamban, hygiene

Abstract

Prevalensi balita stunting mengalami penurunan di bawah target prevalensi tingkat provinsi yang ditargetkan pemerintah yang masing-masing sebesar 12 % dan 7 %. Namun masih menjadi perhatian untuk ditanggulangi. Faktor lingkungan diduga menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap stunting. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui besarnya risiko faktor kesehatan lingkungan terhadap kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerha Puskesmas Pomalaa. Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan Case Control Study. Populasi dan sampel adalah balita stunting sebanyak 54 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan sumber air minum, kepemilikan jamban, kebiasaan mencuci tangan, status ekonomi dan status gizi dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Pomalaa Kabupaten Kolaka dengan hasil uji chi-square masing-masing variabel memiliki nilai asymp.sig.(2-sided) sebesar 0,00 < α (0,05). Diharapkan bagi petugas kesehatan melakukan penyuluhan dan penyebarluasan informasi tentang stunting dan faktor yang menyebabkan terjadinya stunting kepada keluarga di Kecamatan Pomalaa.

Downloads

Published

2025-12-18