Kepadatan Hunian dan Jenis Lantai Mempengaruhi Kejadian Tuberkulosis Paru BTA (+) di Puskesmas Katobu
DOI:
https://doi.org/10.54883/jhmw.v3i2.694Keywords:
Tuberkulosis, kepadatan hunian, jenis lantaiAbstract
Tuberkulosis (TB) Paru adalah penyakit menular yang masih menjadi masalah utama kesehatan masyarakat di dunia terutama di Indonesia yang belum dapat ditangani walaupun sudah dilakukan upaya penanggulangan. Data dari Puskesmas Katobu menunjukkan kasus TB paru mengalami peningkatan, yaitu pada tahun 2020 sebanyak 7,9% kasus, tahun 2021 sebanyak 10,9% kasus dan tahun 2022 yaitu 17,3% kasus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besar risiko kepadatan hunnian dan jenis lantai terhadap kejadian TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Katobu Kabupaten Muna. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional dengan menggunakan desain Case Control Study. Populasi penelitian ini sebanyak 38 responden, dengan jumlah sampel 35 kasus dan 35 kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan Proportional Random Sampling. Analisis menggunakan uji statistik Odds Ratio. Hasil uji statistik menunjukkan kepadatan hunian OR = 12,083 (LL-UL= 3,846-37,963), jenis lantai OR = 2,400 (LL-UL = 0,725-7,949). Dapat disimpulkan bahwa kepadatan hunian dan jenis lantai merupakan faktor risiko TB Paru. Saran kepada masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta menjaga sanitasi rumah dan lingkungan sekitar agar terhindar dari infeksi dan penularan penyakit TB paru.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Jurnal Healthy Mandala Waluya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.