Terapi Dzikir Pada Pasien Distress Spiritual : Literatur Review

Authors

  • Merry Pongdatu Dosen Program Studi Keperawatan, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya
  • Wulan Riski Ramadhani Mahasiswa Program Studi Keperawatan, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya
  • Salwa Azzahra Mahasiswa Program Studi Keperawatan, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya
  • Nadya Rahmadani Mahasiswa Program Studi Keperawatan, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya
  • Murni Sapitri Mahasiswa Program Studi Keperawatan, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya
  • Wahyuni Pratiwi Program studi S1 keperawatan Fakultas ilmu-ilmu kesehatan Universitas mandala waluya
  • Aan Sastra Afriani Mahasiswa Program Studi Keperawatan, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya
  • Riyes Veriawan Hulu Mahasiswa Program Studi Keperawatan, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya

DOI:

https://doi.org/10.54883/jakmw.v5i1.1246

Keywords:

Distress spiritual, Terapi Dzikir, Kesehatan Jiwa

Abstract

Distress spiritual merupakan kondisi yang sering muncul pada pasien yang mengalami krisis eksistensial, ditandai dengan perasaan tidak berdaya, kehilangan makna hidup, dan putus asa, terutama pada penderita penyakit kronis maupun terminal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi dzikir dalam mengatasi distress spiritual pada pasien. Penelitian ini menggunakan desain Literature review dengan terapi dzikir sebagai fokus intervensi. Artikel penelitian dikumpulkan melalui basis data Google Scholar, PubMed, dan Garuda Kemdikbud. Dari ketiga basis data tersebut diperoleh 521 artikel penelitian nasional maupun internasional dengan rentang publikasi tahun 2020 hingga 2025. Berdasarkan hasil telaah, seluruh artikel yang dianalisis menunjukkan bahwa terapi dzikir memberikan pengaruh signifikan dalam menurunkan gejala distress spiritual. Intervensi dzikir terbukti efektif pada pasien dengan gangguan jiwa seperti skizofrenia, perilaku kekerasan, halusinasi, hingga pasien dengan penyakit terminal. Terapi dzikir terbukti efektif sebagai intervensi keperawatan untuk mengurangi distress spiritual, sehingga dapat dijadikan salah satu pendekatan non-farmakologis dalam praktik keperawatan.

Downloads

Published

2026-01-01